Tandai Pengamanan Perayaan Paskah, Kapolres Belu Pimpin Upacara Gelar Pasukan Operasi Semana Santa Turangga 2026
Kepolisian Resor Belu, selama 2 minggu atau tepatnya 15 hari, akan melaksanakan operasi Semana Santa Turangga 2026 dalam rangka pengamanan Paskah.
Operasi Semana Santa ini akan dilaksanakan di seluruh wilayah hukum Polres Belu dengan sasaran segala bentuk potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan nyata sebelum, pada saat dan pasca hari Paskah yang dapat menghambat dan mengganggu kegiatan perayaan paskah tahun 2026.
Pegelaran operasi ini ditandai dengan pelaksanaan upacara gelar pasukan operasi Semana Santa, selasa (31/3/2026) pukul 08.00 wita yang dipimpin langsung Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, S.H.,S.I.K dengan Komandan Upacara, IPDA Muhamad S. N. Ginting, S.Tr. I.K.
Mengawali amanat Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., Kapolres Belu menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran TNI–Polri, pemerintah daerah, serta seluruh stakeholder atas keberhasilan pengamanan perayaan hari raya nyepi dan idul fitri 1447 hijriah yang berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Paskah lanjut Kapolres Belu merupakan perayaan keagamaan tahunan yang dipastikan akan meningkatkan aktivitas masyarakat dan berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, ancaman, serta permasalahan lainnya dengan langkah–langkah antisipasi serta penanganan secara komprehensif dan terpadu yang melibatkan berbagai unsur instansi terkait
"Guna mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif dan menjamin masyarakat untuk dapat merayakan hari raya paskah dengan aman, nyaman dan lancar, serta kamseltibcar lantas yang kondusif, Polda NTT dan Polres jajaran dengan didukung instansi terkait serta mitra kamtibmas lainnya menyelenggarakan operasi kepolisian kewilayahan dengan sandi operasi ”Semana Santa Turangga - 2026”tutur Kapolres Belu.
"Operasi Semana Santa ini dilaksanakan selama 15 hari mulai tanggal 1 s/d 15 april 2026, diseluruh wilayah provinsi NTT dalam bentuk operasi pengamanan kegiatan dan bantuan perkuatan pada satuan wilayah dengan mengedepankan kegiatan preemtif, preventif, penegakkan hukum, dan deteksi dini.
Masih dalam amanatnya yang dibacakan Kapolres Belu, Kapolda NTT mengungkapkan, dalam operasi ini, Polda NTT bersama Polres jajaran mendirikan 85 pos yang tersebar di berbagai wilayah. Pos tersebut terdiri dari 38 pos pengamanan, 26 pos pelayanan dan 21 pos terpadu untuk mendukung kelancaran pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat.
Sebanyak 3.227 personel yang dilibatkan terdiri dari 1.319 personel Polri dan 1.908 personel dari TNI serta instansi terkait. Ribuan personel itu akan difokuskan untuk mengamankan 1.113 gereja di seluruh NTT, termasuk 432 gereja prioritas yang dinilai memiliki tingkat kerawanan dan jumlah jemaat lebih besar.
Menutup amanatnya yang dibacakan Kapolres Belu, Kapolda NTT mengingatkan seluruh personel agar melaksanakan tugas secara profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab, sembari terus memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan.
Upacara gelar pasukan operasi Semana Santa ditandai dengan pemeriksaan pasukan serta pemasangan pita secara simbolis oleh Inspektur Upacara kepada perwakilan dari Subden POM IX Udayana Belu, Brimob Kompi 1 Yon A Pelopor Belu, Polres Belu dan Sat Pol PP kabupaten Belu.
Hadir dalam apel gelar pasukan antara lain Forkopimda kabupaten Belu, Waka Polres Belu, Dansubden POM IX Udayana Belu, Wadanyon A Pelopor Brimob, para Kabag, Kasat, Kapolsek Jajaran, Pimpinan Instansi Vertikal, para Tokoh Agama, insan pers serta undangan lainnya.
Sementara barisan apel terdiri dari anggota gabungan Polres Belu, Brimob Kompi 1 Batalyon A Pelopor Belu, Kodim 1605 Belu, Subdenpom IX/1-3 Atambua, Sat Pol PP Kabupaten Belu serta satu regu Senkom Polri.



Humas Polres Belu

