Kapolda NTT Pimpin Apel Siaga Kamtibmas, Komitmen Bersama Dikukuhkan: NTT Aman untuk Indonesia Hebat
Kupang, NTT - Suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan menyelimuti Lantai 3 Gedung Rupatama Mapolda Nusa Tenggara Timur, Kamis (26/2/2026). Di ruang strategis itu, Polda Nusa Tenggara Timur menggelar Apel Siaga Kamtibmas bertema “Bersama Memelihara Kamtibmas di NTT untuk Indonesia”, yang dipimpin langsung oleh Rudi Darmoko.
Kegiatan yang berlangsung di Mapolda NTT, Kota Kupang, ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi lintas elemen guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) di Bumi Flobamora.
Apel siaga ini berlandaskan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Pasal 3 ayat (1), yang menegaskan bahwa dalam menjalankan fungsi kepolisian, Polri dibantu oleh Kepolisian Khusus (Polsus), Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), serta bentuk-bentuk pengamanan swakarsa.
Implementasi nyata amanat tersebut tampak dari komposisi peserta apel yang begitu beragam. Selain jajaran pejabat utama Polda NTT, hadir pula Wakapolda NTT Brigjen Pol. Baskoro Tri Prabowo, S.I.K., M.H., unsur Polsus dan PPNS, serta perwakilan Banser, Pemuda Gereja, Pramuka, Satpam, Patroli Keamanan Sekolah (PKS), komunitas Ojek Online (Ojol), guru, organisasi kemasyarakatan, hingga tokoh masyarakat.
Kehadiran seluruh elemen ini menjadi simbol kuat sinergi tanpa sekat dalam menjaga keamanan wilayah, khususnya dalam menangkal potensi gangguan seperti premanisme, konflik sosial, intoleransi, perdagangan orang, hingga penyebaran hoaks yang dapat memecah belah persatuan.
Dalam amanatnya, Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa apel siaga ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk kesiapsiagaan nyata seluruh jajaran.
“Apel ini kita laksanakan sebagai wujud kesiapsiagaan Polda NTT dan seluruh jajaran dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur, pasca pelaksanaan berbagai agenda kegiatan masyarakat, pemerintahan, keagamaan, maupun kegiatan nasional di wilayah kita,” tegasnya.
Ia menyampaikan bahwa secara umum situasi kamtibmas di NTT relatif kondusif. Namun dinamika sosial, politik, ekonomi, dan budaya yang berkembang cepat menuntut kewaspadaan berkelanjutan.
“Potensi gangguan keamanan seperti konflik sosial, intoleransi, perdagangan orang dan kejahatan-kejahatan lainnya harus terus kita waspadai. Karena itu, apel siaga ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan penegasan komitmen kita untuk hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan serta sebagai penegak hukum yang profesional, berintegritas, dan humanis,” ujar Irjen Pol. Rudi Darmoko.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberagaman NTT sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan.
“Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah daerah yang kaya akan keberagaman suku, agama, dan budaya. Tugas kita adalah memastikan bahwa keberagaman ini menjadi sumber kekuatan. Jadikan setiap interaksi dengan masyarakat sebagai kesempatan untuk merawat persatuan, menebar rasa aman, dan menumbuhkan kepercayaan,” tambahnya.
Dalam arahannya, Kapolda NTT menegaskan lima poin penting yang harus dipedomani seluruh personel dan stakeholder:
1. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dalam setiap pelaksanaan tugas.
2. Menjaga soliditas internal Polri serta memperkuat sinergitas dengan TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan seluruh elemen masyarakat.
3. Mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dan fungsi kepolisian lainnya dalam mendeteksi serta menyelesaikan persoalan secara cepat dan tepat.
4. Menjaga toleransi antarumat beragama, mengedepankan musyawarah dan pendekatan humanis, serta menghindari tindakan anarkis.
5. Memupuk rasa persaudaraan dan mempererat silaturahmi demi menjaga kamtibmas di NTT.
Di akhir sambutannya, Kapolda menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh personel dan stakeholder atas dedikasi dan loyalitas dalam menjaga keamanan wilayah hukum Polda NTT.
“Tingkatkan kewaspadaan, perkuat soliditas, dan laksanakan tugas mulia ini dengan penuh rasa tanggung jawab. Semoga Tuhan Yang Maha Besar senantiasa memberikan perlindungan dan kekuatan kepada kita semua dalam mengemban amanah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Nusa Tenggara Timur yang kita cintai,” tutupnya.
Puncak kegiatan ditandai dengan pembacaan Deklarasi Siaga Kamtibmas oleh Potensi Masyarakat (Potma) se-NTT. Secara serentak, seluruh elemen menyatakan komitmen untuk:
1. Bersama Polri menolak dengan tegas segala bentuk aksi anarkis dan pengrusakan serta perusuh masyarakat.
2. Mendukung tindakan tegas Polri dalam upaya terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif.
3. Siap melaporkan segala bentuk ancaman dan tindakan aksi anarkis dan pengrusakan serta perusuh masyarakat.
4. Siap mendukung program-program Presiden untuk meningkatkan perekonomian negara dan kesejahteraan masyarakat.
5. Siap memelihara lingkungan, menjaga warga, menjaga aturan, dan memelihara kamtibmas di NTT untuk Indonesia.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, di sela kegiatan Kapolda NTT juga menyerahkan bantuan sosial kepada perwakilan Ojol, pelajar, Pramuka, Orang Muda Katolik (OMK), Banser NU, Kokam, HNSI, pengurus Orang Muda Gereja Katolik, serta Pemuda GMIT.
Harmoni yang tergambar di Rupatama memperlihatkan wajah NTT sebagai “laboratorium toleransi” yang hidup. Ojol yang setiap hari berada di jalanan bersinergi dengan Satpam dan PKS, Banser berdampingan dengan Pemuda Gereja, sementara para guru menegaskan bahwa keamanan sejati berakar dari pendidikan karakter.
Dengan semangat kolektif yang dikumandangkan dari Lantai 3 Gedung Rupatama itu, tekad bersama diteguhkan: menjaga NTT tetap aman, kondusif, dan harmonis demi Indonesia yang lebih hebat.

Humas Polres Belu

