Turun ke Polres TTU, Kapolres Belu Hadiri Supervisi Penguatan Fungsi Pamapta oleh Tim Rojianstra Stamaops Polri

Turun ke Polres TTU, Kapolres Belu Hadiri Supervisi Penguatan Fungsi Pamapta oleh Tim Rojianstra Stamaops Polri

Guna meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme personel kepolisian di wilayah perbatasan, jajaran Staf Utama Bidang Operasi (Stamaops) Polri melaksanakan kegiatan supervisi terkait Implementasi SPKT dan Pamapta, rabu (15/7/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Vicon Polres Timor Tengah Utara (TTU),diikuti 4 polres jajaran Polda NTT antara lain Polres TTU, Polres TTS, Polres Belu  dan Polres Malaka.

Dari Polres Belu sendiri, kegiatan ini diikuti Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, S.H.,S.I.K yang didampingi Kabag Ops, AKP I Wayan Budiasa, S.H, Para Pamapta, Ka.SPKT serta para operator 110 Polres Belu.

Kegiatan terkait Penguatan Fungsi Pamapta Dalam Menghadapi Dinamika Kamtibmas di Polda NTT T.A. 2026 dipimpin langsung oleh Ketua Tim Karojianstra Stamaops Polri, Brigjen Pol Marsudianto, S.I.K., M.Si.,beserta tim di antaranya Kabagjiansis Rojianstra Stamaops Polri, Kombes Pol Subiantoro, S.H., S.I.K., M.Si. dan Penata Kebijakan Kapolri Madya TK. 1 Kombes Pol Bermen J. P. Sianturi, S.I.K., S.H.

Supervisi ini juga dihadiri Karo Ops Polda NTT, Kombes Pol Joni Afrizal Syarifuddin, S.I.K., M.H., serta para Kapolres, Kabag Ops, Pamapta,Ka.SPKT dan operator 110 dari empat wilayah penyangga perbatasan, yaitu Polres TTU, Polres TTS, Polres Belu, dan Polres Malaka.

Acara diawali dengan sambutan hangat dari Kapolres TTU AKBP Eliana Papote.,S.I.K.,M.M.,  selaku tuan rumah yang menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kunjungan Tim Supervisi Mabes Polri ke wilayah hukumnya.

Dalam sambutannya, Kapolres TTU memberikan gambaran geografis yang komprehensif mengenai wilayah Polres TTU yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste, lengkap dengan dinamika situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) setempat.

Sementara Ketua Tim Supervisi Karojianstra Stamaops Polri, Brigjen Pol Marsudianto, S.I.K., M.Si., memberikan arahan taktis demi memperkuat performa pelayanan kepolisian.

Ketua Tim juga menekankan pentingnya respons cepat terhadap keterbatasan sarana logistik dan kendaraan operasional, khususnya bagi polres-polres yang berada di wilayah perbatasan NKRI.

Lebih lanjut, Brigjen Pol Marsudianto menguraikan amanat keputusan Kapolri mengenai transformasi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) menjadi Pamapta.

"Transformasi ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan penguatan peran operasional. Kehadiran Buku Pedoman PAMAPTA menjadi instrumen vital guna menjamin standar operasional yang baku, transparan, dan akuntabel di setiap lini pelayanan, patroli, hingga koordinasi internal," tegas Brigjen Pol Marsudianto.

Secara khusus, Ketua Tim supervisi juga memberikan perhatian serius pada aspek keseragaman pakaian/seragam PAMAPTA. Keseragaman ini dinilai sangat krusial sebagai identitas institusi yang solid, profesional, berwibawa, sekaligus memudahkan masyarakat dalam mengenali petugas yang siap melayani mereka kapan saja di lapangan.

Setelah sesi pemaparan dan diskusi selesai, agenda berlanjut ke bagian inti dari supervisi, yakni peninjauan langsung (inspeksi fisik) ke ruangan Pamapta dan ruang operator Call Center 110 Polres TTU.

Dalam peninjauan ini, Tim Supervisi memeriksa kesiapan fasilitas ruang pelayanan publik, kelengkapan administrasi, serta fungsionalitas sistem komunikasi dan integrasi data Call Center 110 guna memastikan aduan masyarakat dapat direspons secara instan dan tanpa hambatan.

Seluruh rangkaian kegiatan supervisi berakhir pada pukul 16.30 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Usai melakukan foto bersama sebagai simbol soliditas dan komitmen pelayanan prima. 

Usai foto bersama, Ketua Tim Supervisi beserta rombongan bertolak meninggalkan Mapolres TTU menuju Kupang untuk melanjutkan agenda strategis berikutnya.