Dukung Penuh Program Pemerintah, Kapolda NTT Ajak Semua Pihak di Belu Bekerja Bersama dalam Ketahanan Pangan dan Penurunan Stunting

Dalam upaya mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,Jenderal TNI (Purn) H.Prabowo Subianto, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) RI dan stakeholder lain, selasa (21/01/2025) kemarin meluncurkan kegiatan penanaman jagung serentak 1 juta hektare.
Program ketahanan pangan Polri ini tidak saja memenuhi kebutuhan pangan nasional. tapi juga menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya membangun lumbung pangan atau food estate di Indonesia.
Demikian disampaikan Kapolda NTT Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga, S.H., M.A saat melangsungkan tatap muka bersama Forkopimnda, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, KPU dan Bawaslu kabupaten Belu, di aula Wira Satya Polres Belu, rabu (22/01/2025).
"Indonesia bahkan di beberapa negara lain menghadapi tantangan besar di tengah krisis pangan global sehingga bapak Presiden kita melalui Asta Citanya mendorong TNI Polri untuk mendukung ketahanan pangan sehingga kemarin Polri bersama Kementan dan stake holder lainnya meluncurkan progam penanaman jagung 1 juta hektar secara serentak"ungkap Kapolda NTT.
"Kegiatan ini berfokus pada pemanfaatan lahan yang masih belum maksimal di beberapa daerah termasuk di NTT, yang diharapkan dapat menghasilkan pangan untuk mendukung ketersediaan pangan lokal. Harapan bapak Presiden, masyarakat tidak boleh lapar dan menggenjot kita semua untuk mendukung program ketahanan pangan ini dengan fokus utama pada produksi jagung dan juga beras"tambah Kapolda NTT.
Masih dalam sambutannya, Kapolda NTT mengungkapkan, saat ini ketahanan pangan di Indonesia masih tergolong rendah sehingga berdampak pada tingginya angka stunting di Indonesia.
Oleh sebab itu dengan adanya program ketahanan pangan ini diharapkan semua pihak dapat bekerja sama untuk memotivasi dan mengedukasi masyarakat agar bisa memanfaatkan perkarangan rumahnya atau lahan kosong untuk bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan pangannya.
"Ketahanan pangan sangatlah perlu diperhatikan. Karena ketahanan pangan yang menentukan suplai gizi bagi generasi kita dan ini kita bisa lihat bagaimana kasus stunting masih menjadi momok bagi masyarakat kita. Oleh karena itu, Bapak-Bapak dan Ibu sekalian ini tugas kita bersama menyadarkan masyarakat agar memaksimalkan apapun yang bisa mendukung ketahanan pangan karena kita Indonesia adalah negara yang subur dan iklim yang stabil yang bisa dimanfaatkan untuk menaman apapun dibandingkan negara lain seperti Nepal dan lain-lain"ungkap Kapolda NTT.
"Tanaman seperti beras, jagung, kacang-kacangan ataupun sayur mayur kalau itu semua ditanami dan menghasilkan semua jenis bahan makanan,maka NTT tidak akan terjadi krisis pangan.apapun yang terjadi. Saya lihat kemarin waktu saya di Kefa itu bagus dimana dipinggir rumah, belakang rumah bahkan tanah kuburan itu saya sudah lihat ditanami jagung. Dan Saya kira Bapak-Bapak dari Gereja juga Saya kira boleh menyampaikan ini kepada seluruh umat untuk memanfaatkan lahan yang ada di sekitar kita"tambah Mantan Kapolda Papua Barat ini.
Pada kesempatan tersebut, Jenderal Bintang Dua ini menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh masyarakat atas peran aktif mereka dalam menjaga kelancaran Pemilu dan Pilkada Serentak tahun 2024 di wilayah kabupaten Belu.
Selain mengapresiasi pelaksanaan Pemilu dan Pilkada serentak, Kapolda NTT juga berpesan sekaligus mengajak seluruh unsur Forkopimnda, stake holder dan seluruh elemen masyarakat untuk terus berkolaborasi menjaga situasi yang aman dan harmonis di masa depan.
Kapolda NTT dalam kunjungan kerjanya di Polres Belu ini menekankan pentingnya membangun komunikasi yang efektif antara semua elemen masyarakat untuk mengantisipasi tantangan keamanan yang mungkin muncul.
Suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan terlihat jelas sepanjang acara, mencerminkan sinergi yang kuat antara aparat kepolisian dengan instansi terkait serta para tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat.
Acara tatap muka ini dihadiri Wakapolda NTT Brigjen Pol. Awi Setiyono, S.I.K., M.Hum beserta sejumlah pejabat utama Polda NTT, Bupati Belu, Kapolres Belu, Ketua Pengadilan Negeri Atambua, Kepala Kejaksaan Negeri Atambua, Dandim 1605 Belu, Danyon 744/SYB serta Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yon 741/GN.
Hadir juga Ketua KPU, Komisioner Bawaslu, Wadanyon A Pelopor Brimob, Dansubden POM IX Udayana Belu, Danki Kavaleri KKA Atambua, Kepala Bank BRI cabang Atambua, Perwakilan PLBN Motaain, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda serta insan Pers.