Akses Menuju Perbatasan Lumpuh Total, Polsek Tastim Polres Belu bersama BPBD dan Damkar Berjibaku Bersihkan Jalan yang Tertimbun Material Banjir
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, perbatasan RI- Timor Leste pada sabtu (21/02/2026) membuat sejumlah rumah warga di dusun Boe, Desa Bauho, kecamatan Tasifeto Timur, terendam banjir.
Selain merendam rumah warga di dusun Boe, meluapnya sungai Baukama mengakibatkan lahan pertanian milik warga tergenang banjir dan air bercampur lumpur menggenangi badan jalan raya sehingga membuat akses menuju perbatasan RI.-RDTL lumpuh total.
Kenyataan ini ditemui Kapolsek Tasifeto Timur Resor Belu, IPDA Yusran dan anggota saat menggelar patroli di lokasi tersebut
Meski dalam kondisi hujan gerimis, aparat kepolisian setibanya di lokasi, langsung bergerak mengimbau para pengendara untuk melalui jalan alternatif guna menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Upaya mempercepat pemulihan pasca bencana banjir juga dilakukan Kapolsek Tasifeto Timur bersama anggota yang fokus membersihkan badan jalan yang sebelumnya tidak dapat dilalui pengendara karena tertutup material banjir.
Bersama Tim siaga bencana alam dari unsur BPBD Belu dan petugas Damkar, aparat Polsek Tasifeto Timur berjibaku membereskan Material seperti pasir, lumpur, batu hingga sampah yang memenuhi jalan raya yang menghubungkan kecamatan Tasifeto Timur dengan 4 kecamatan lainnya di kabupaten Belu.
Aksi tanggap bencana alam yang dilakukan hingga pukul 23.00 wita malam membuat arus lalu lintas kembali normal dan lancar.
Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, S.H.,S.I.K melalui Kapolsek Tasifeto Timur, IPDA Yusran mengungkapkan, langkah ini adalah bentuk kesigapan Polri dan pemerintah daerah dalam memulihkan fasilitas umum pasca bencana.alam serta memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga.
"Apa yang kita lakukan ini bertujuan untuk mengembalikan kelancaran arus lalu lintas serta mencegah terjadinya kecelakaan akibat jalan licin dan terhalang material. Dan jalan raya ini sangat vital karena menghubungkan 4 kecamatan yang berbatasan dengan Timor Leste yakni kecamatan Lasiolat, Lamaknen, Lamaknen Selatan dan Raihat"ungkap Kapolsek.
"Dan menurut pengakuan warga di sekitar lokasi, ada beberapa pengendara yang mencoba melintas terjatuh karena jalanan yang licin dan berlumpur sehingga tadi kami mengimbau warga untuk melewati jalan alternatif yakni melalui jalur sabuk merah Desa Dafala dan desa Takirin. Alhamdulillah, dengan usaha kami bersama rekan-rekan dari BPBD dan Damkar, jalan raya sudah kembali bersih dan bisa dilalui pengendara"tambahnya.
Terkait curah hujan yang masih tinggi ini, Kapolsek dan anggota juga mengingatkan kepada warga di sekitar lokasi agar waspada terlebih hujan yang turun tanpa henti pada malam hari.
Selain itu, aparat kepolisian juga mengimbau sejumlah pengendara untuk lebih berhati-hati saat melintas di jalan yang terkena banjir dikarenakan banyaknya lumpur, otomatis membuat jalan menjadi licin.
"Meski air sudah surut, warga Kami imbau agar selalu waspada terlebih saat tidur malam karena tidak menutup kemungkinan kali Baukama ini kembali meluap. Kalau hujan turun berjam-jam, sebaiknya turun cek ke pinggir kali biar kalau ada tanda-tanda air meluap, Kita bisa cepat mengevakuasi barang berharga dan ngungsi ditempat yang aman"tutur Kapolsek.
"Dengan curah hujan yang masih tinggi ini, kami juga mengimbau pengedara untuk selalu waspada dan hati-hati saat bepergian. Kalau tidak ada urusan yang sangat penting sebaiknya ditunda dulu bepergiannya"pungkas Kapolsek.

Humas Polres Belu

