Turun ke Polres TTU, Kapolres Belu Hadiri Penelitian Puslitbang Polri tentang Optimalisasi Almatsus Dalmas dan Peran Polri dalam Ketahanan Pangan

Turun ke Polres TTU, Kapolres Belu Hadiri Penelitian Puslitbang Polri tentang Optimalisasi Almatsus Dalmas dan Peran Polri dalam Ketahanan Pangan

Puslitbang Polri melakukan penelitian terkait tentang “Optimalisasi Almatsus Dalmas Polri guna Penanganan Unjuk Rasa Berpotensi Konflik dalam rangka Mewujudkan Harkamtibmas” di Wilayah Polda Nusa Tenggara Timur dan Polres Jajaran,

Kegiatan yang dimulai tanggal 2 – 5 Juni 2026, dipimpin oleh Kombes Pol Danang Sarifudin, S.I.K. dengan anggota tim yaitu Pembina Tk I Ahmad Munif, S.H. M.Si., Penata Tk I Mulyanto, S.E., dan didampingi Narasumber Prof. Dr. Drs. Suryadi, M.T. dari FMIPA Universitas Indonesia.

Kegiatan penelitian hari ke 3 yang dilaksanakan di Polres Timor Tengah (TTU) diikuti 3 polres jajaran antara lain Polres TTU, Polres Belu dan Polres Malaka.

Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, S.H.,S.I.K hadir langsung dalam kegiatan tersebut yang didampingi Kabag SDM, Kabag Logistik, Kasat Samapta , KBO Sat Samapta, Kasium serta Operator Sat Samapta dan Operator ketahanan pangan Polres Belu.

Ketua Tim Puslitbang Polri Kombes Pol Danang Sarifudin, S.I.K., menjelaskan, Alat Material Khusus (Almatsus) Dalmas Polri dirancang khusus untuk mendukung pengendalian massa secara bertahap, dengan fokus pada pendekatan preemptif, preventif, persuasif, dan humanis. Dilengkapi dengan peralatan seperti helm, tameng, tongkat, body protector, kendaraan taktis (seperti AWC, APC, dan security barrier), senjata non-mematikan (seperti gas air mata dan tongkat Dalmas), serta peralatan pendukung (seperti kamera perekam dan APAR portable),

Almatsus ini memastikan keamanan personel Dalmas sambil menjaga hak asasi manusia dan ketertiban masyarakat selama unjuk rasa. Dengan desain ergonomis dan adaptif terhadap dinamika aksi massa modern, peralatan ini menjadi instrumen vital dalam memelihara Harkamtibmas sebagai simbol profesionalisme Polri.

Masih dalam arahannya, Ketua Tim Puslitbang Polri mengungkapkan, terdapat sejumlah permasalahan masih dihadapi dalam pengoperasian Almatsus ini, di antaranya:
1.    Keterbatasan jumlah peralatan.
2.    Kondisi peralatan yang tidak optimal atau rusak.
3.    Ketidaksesuaian dengan kebutuhan lapangan dan eskalasi situasi.
4.    Kurangnya pemeliharaan dan harwat rutin.
5.    Kurangnya pelatihan personel dalam penggunaan.
6.    Ketidakadaptifan terhadap perubahan karakteristik unjuk rasa.
7.    Potensi pelanggaran ham jika tidak sesuai standar.

Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengevaluasi dan mengoptimalisasi Almatsus Dalmas khususnya di tingkat kewilayahan guna mendukung penanganan unjuk rasa secara efektif, humanis, dan aman.

Selain itu, pada saat yang sama Tim Puslitbang Polri juga melaksanakan penelitian tentang. “Peran Polri Dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan Guna Mewujudkan Swasembada Pangan”. 

Program ketahanan pangan Polri merupakan inisiatif strategis Polri dalam mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, khususnya dalam memperkuat produksi dan distribusi jagung sebagai komoditas pangan. Polri menjalankan program ini melalui empat kegiatan utama:
1.    Pemanfaatan pekarangan bergizi (budidaya ikan pekarangan & peternakan ayam).
2.    Optimalisasi lahan produktif untuk tanaman jagung.
3.    Pengawasan distribusi pangan.
4.    Rekrutmen dan penempatan Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) Pertanian.

Peran Polri tidak lagi hanya pengamanan, melainkan fasilitasi, koordinasi lintas sektor, pendampingan petani, serta menjamin stabilitas wilayah produksi dan distribusi jagung agar swasembada pangan dapat terwujud.

Kedua topik penelitian ini masing-masing dilakukan melalui dua pendekatan yaitu secara kuantitatif dan kualitatif. Kegiatan pengumpulan data melalui pengisian kuesioner secara online kepada responden Internal Polri terkait Almatsus Dalmas maupun kepada masyarakat terkait dengan ketahanan pangan. Selain itu juga dilakukan wawancara mendalam (indepth interview) kepada informan yang ditunjuk. 

Kegiatan penelitian Puslitbang Polri di Wilayah Polda Nusa Tenggara Timur ini, merupakan rangkaian kegiatan penelitian yang dilakukan pada 9 Polda sampel diseluruh Indonesia, pada kurun waktu semester pertama Tahun Anggaran 2026.