Hadiri Peresmian Taman Budaya Gotong Royong BPJS Kesehatan, Kapolres Belu Tegaskan Pentingnya Sinergi dan Semangat Gotong Royong di Kawasan Perbatasan RI-RDTL
Semangat gotong royong dan kolaborasi lintas instansi kembali digaungkan dari kawasan perbatasan RI-Timor Leste.
Hal ini ditunjukan Kapolres Belu AKBP I Gede Eka Putra Astawa, S.H., S.I.K. dengan menghadiri peresmian Taman Budaya Gotong Royong BPJS Kesehatan yang berlangsung di Parkiran Wisma Nusantara, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 13.00 Wita tersebut dihadiri Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan Vetty Yulianty Permanasari, Bupati Belu Willybrodus Lay, S.H., jajaran BPJS Kesehatan, BNPP, Forkopimda Kabupaten Belu, serta sejumlah pimpinan instansi yang bertugas di kawasan perbatasan.
Dalam sambutannya, Kepala Administrator PLBN Motaain, Maria Fatima Rika menyampaikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan atas pembangunan Taman Budaya Gotong Royong tersebut.
PLBN Motaain disebut bukan hanya menjadi tempat perlintasan orang dan barang, tetapi juga merupakan wajah Indonesia yang pertama kali dilihat masyarakat dari negara tetangga.
Karena itu, kawasan perbatasan diharapkan tidak hanya tampil aman, tertib dan memberikan pelayanan terbaik, tetapi juga mampu menunjukkan keramahan serta kekayaan budaya Indonesia.
"Taman Budaya Gotong Royong diharapkan menjadi ruang interaksi dan edukasi budaya sekaligus menjadi salah satu spot foto bagi masyarakat maupun para pelintas yang datang ke PLBN Motaain"ungkap Kepala Administrator PLBN Motaain.
"Dengan keberadaan taman tersebut, para pelintas maupun wisatawan diharapkan tidak sekadar melewati kawasan perbatasan, tetapi juga dapat mengenal budaya lokal, mengabadikan momen dan merasakan keramahan masyarakat Indonesia"tambahnya.
Sementara itu, Bupati Belu Willybrodus Lay memberikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
Bupati juga mengimbau masyarakat Kabupaten Belu yang belum terdaftar sebagai peserta JKN agar segera mendaftarkan diri karena program BPJS Kesehatan sangat membantu masyarakat dalam memperoleh akses pelayanan kesehatan.
Menurut Bupati, pembangunan Taman Budaya Gotong Royong merupakan salah satu bentuk pembangunan dari ufuk timur Indonesia yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan kawasan perbatasan.
Bupati juga berharap fasilitas serupa dapat dikembangkan di wilayah Kota Atambua untuk mendukung berbagai kegiatan sosial, budaya dan kemasyarakatan.
Sementara Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Vetty Yulianty Permanasari mengatakan, pembangunan Taman Budaya Gotong Royong merupakan wujud nyata semangat gotong royong dalam membangun negeri.
Menurutnya, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan program strategis nasional yang keberhasilannya membutuhkan dukungan seluruh pihak.
BPJS Kesehatan, kata dia, terus berkomitmen menghadirkan pelayanan yang mudah, cepat, setara dan solutif melalui berbagai transformasi pelayanan.
"Kehadiran BPJS Kesehatan tidak hanya dirasakan di pusat kota, tetapi juga harus hadir di kawasan perbatasan negara," demikian inti pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Peresmian kemudian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah, Bupati Belu dan Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan.
Sebelumnya, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, sembako murah serta kegiatan UMKM. Penyambutan tamu VIP turut dimeriahkan dengan tarian Likurai, salah satu kesenian tradisional khas masyarakat Belu.
Kapolres Belu mengatakan, kehadirannya bersama jajaran Forkopimda dan instansi terkait dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat sinergitas dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung pembangunan dan pelayanan masyarakat di kawasan perbatasan.
“Pembangunan dan penguatan kawasan perbatasan tidak hanya membutuhkan dukungan infrastruktur, tetapi juga kolaborasi seluruh elemen, baik pemerintah, TNI-Polri, BUMN, lembaga terkait maupun masyarakat.. Karena itu, Polri siap terus mendukung berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Kapolres Belu.
"Kami juga berharap kehadiran taman budaya gotong royong BPJS ini menjadi langkah positif dalam menghadirkan ruang kebersamaan yang tidak hanya memiliki nilai sosial dan budaya, tetapi juga memperkuat kolaborasi dan kepedulian antar lembaga serta masyarakat di wilayah perbatasan sebagai beranda terdepan Indonesia"tambahnya.



Humas Polres Belu

