Bangun Energi Positif dan Jiwa yang Tenang, Kapolres Belu bersama Ratusan Anggota dan Bhayangkari Ikut Terapi USEFT

Bangun Energi Positif dan Jiwa yang Tenang, Kapolres Belu bersama Ratusan Anggota dan Bhayangkari Ikut Terapi USEFT

Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara ke 80, Polres Belu menggelar kegiatan Terapi Massal USEFT (Ultimate The Source Body, Mind & Soul Emotional Freedom Technique ) bagi ratusan personel Polri dan Bhayangkari Cabang Belu, kamis (25/6/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di aula Bhayangkari Cabang Belu mulai pukul 09.00 WITA, diikuti sebanyak 132 peserta antara lain Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, S.H.,S.I.K, Ketua Bhayangkari Cabang Belu, Ny.Asti Astawa, Wakil Ketua Bhayangkari cabang Belu, Ny.Marisa Loren, para Pejabat Utama, Perwira Staf, Kapolsek Jajaran serta ratusan anggota Polri dan Bhayangkari.

Pelaksanaan Terapis USEFT di pandu oleh personel Polres Belu dan Bhayangkari yang memiliki kemampuan dalam metode terapis USEFT yakni IPDA Yos Loo, AIPTU Jhoni Ballo, PENDA TK. I Lodia W.Baunaek, SH, PENDA Aprini Mahodim,AMd.Kep, BRIGPOL Anastasia Sigha dan Ny. Nortiana Sipayung dari Bhayangkari.

Dalam pelaksanaannya, para peserta sebanyak 132 orang yang terdiri personel Polri 15 orang dan Bhayangkari sebanyak 117 orang, mengikuti rangkaian terapi dengan penuh antusias dan emosional.

Metode USEFT yang di kembangkan Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si dan Ketua Bhayangkari Daerah NTT Vily Rudi Darmoko, menggabungkan pendekatan spiritual, psikologis, dan teknik relaksasi terbukti memberikan dampak positif bagi peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

Para peserta diajak mengenali berbagai emosi negatif yang selama ini mungkin tersimpan dalam diri, mulai dari rasa lelah, stres akibat pekerjaan, kecemasan, kekecewaan, kemarahan, hingga berbagai tekanan psikologis yang dapat mempengaruhi kualitas hidup dan pelaksanaan tugas.

Peserta secara perlahan dibimbing untuk melepaskan beban-beban emosional tersebut. Setelah proses pelepasan emosi negatif dilakukan, peserta kemudian diarahkan memasuki tahap penguatan energi positif atau charging.

Pada tahap ini, mereka diajak menanamkan berbagai nilai positif yang sangat relevan dengan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Polri dan Bhayangkari seperti rasa syukur, keikhlasan, semangat pengabdian, disiplin, loyalitas, integritas, keberanian, serta tanggung jawab dalam melayani masyarakat maupun keluarga.

Dari hasil yang dicapai, para peserta yang mengikuti terapi mengaku merasakan perubahan emosional yang signifikan.

Salah satunya disampaikan oleh Kasat Pol AIrud, AKP Marcelo Da Silva, S.Sos yang mengaku merasakan hati yang lebih lega, perasaan lebih tenang dan rileks serta pikiran menjadi nyaman setelah mengikuti terapi USEFT ini.

"Perasaan Saya setelah mengikuti terapis ,saya merasa beban yang ada dalam pikiran saya menjadi ringan kembali. Terapi ini sangat baik untuk Saya dan keluarga karena perasaan lebih tenang dan rileks serta membuat saya menjadi lebih sayang terhadap pasangan maupun anak-anak "ungkap Kasat Polaiurd.

Senada dengan Kasat Pol Airud,  Ketua Ranting Bhayangkari Polsek Raimanuk, Ny.Kasma Mahrim mengaku merasa lebih percaya diri, menjaga emosional, dan lebih menghargai diri sendiri setelah mengikuti terapii USEFT.

Dirinya bersyukur dan berterima kasih kepada Kapolda NTT dan Ketua Bhayangkari Daerah NTT atas hadirinya program terapi ini yang menurutnya dapat membangun personel Polri dan Bhayangkari yang tangguh secara mental, profesional dalam tugas, serta harmonis dalam kehidupan keluarga.

"Perasaan Saya sangat lega dan setelah mengikuti terapios, lebih percaya diri, lebih bisa menjaga emosional, mengontrol diri, lebih membahagiakan dan menghargai diri sendiri. Program ini menurut Saya sangat bermanfaat karena selama ini kegiatan yang kita laksanakan itu adalah sosialsasi untuk kesehatan fisik, baru kali ini ada kegiatan yang mengutamakan psikis dan keseatan mental yang sangat berguna. Apa gunanya fisik yang sehat tanpa mental yang sehat"tutur Ny.Kasma.

"Dan ada kalimat positif yang saya kutip dari ibu Ketua Bhayangkari Daerah NTT Vily Rudi Darmoko yang mengatakan, perasaan orang lain bukan urusan saya dimana poin utamanya adalah utamakan diri sendiri, bahagiakan diri sendiri supaya kita bisa membangun keluarga kita dengan bahagia"pungkasnya.