Kapolda NTT Apresiasi Pengamanan Pilkades Serentak di Manggarai, 44 Desa Berjalan Kondusif
RUTENG, MANGGARAI — Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol Reza Arief Dewanto, S.I.K., menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Polri, pemerintah daerah, panitia penyelenggara, serta masyarakat atas sinergi dalam mengamankan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Manggarai, Kamis (8/10/2026).
Pelaksanaan Pilkades di 44 desa dengan total 66 Tempat Pemungutan Suara (TPS) tersebut secara umum berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Keberhasilan ini mencerminkan pentingnya kerja sama seluruh elemen dalam menjaga stabilitas keamanan selama proses demokrasi di tingkat desa.
Apresiasi Kapolda NTT tersebut disampaikan melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan Pilkades tidak terlepas dari kesiapsiagaan personel di lapangan, koordinasi lintas sektor, serta dukungan masyarakat yang turut menjaga suasana tetap damai.
“Kapolda NTT menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel pengamanan, pemerintah daerah, panitia penyelenggara, serta masyarakat Kabupaten Manggarai yang telah bersama-sama menjaga pelaksanaan Pilkades sehingga secara umum berjalan aman dan kondusif,” ujar Kabidhumas.
Dalam pengamanan tersebut, Polres Manggarai mengerahkan 116 personel yang ditempatkan di sejumlah titik, termasuk TPS yang dinilai memiliki potensi kerawanan. Pengamanan dilakukan dengan mengedepankan langkah preventif, komunikasi, serta pendekatan dialogis dan humanis.
Dinamika sempat muncul di sejumlah desa akibat perbedaan pendapat di antara pendukung calon kepala desa. Namun, melalui pendekatan persuasif personel di lapangan, situasi dapat dikendalikan sehingga tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.
Seluruh rangkaian pemungutan dan penghitungan suara di 66 TPS pada 44 desa dapat diselesaikan hingga malam hari. Sinergi antara aparat keamanan, penyelenggara, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga proses demokrasi tetap berlangsung tertib.
Kabidhumas Polda NTT menambahkan, Kapolda NTT juga mengingatkan bahwa setiap peristiwa atau laporan masyarakat terkait pelaksanaan Pilkades akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan ketentuan hukum yang berlaku.
“Setiap informasi maupun laporan yang disampaikan masyarakat akan ditangani secara profesional, transparan, dan prosedural. Kami mengimbau masyarakat agar menyampaikan keberatan melalui mekanisme yang berlaku serta menghindari tindakan yang dapat memicu konflik,” jelasnya.
Kapolda NTT turut mengajak seluruh calon kepala desa, pendukung, dan masyarakat untuk menjaga persaudaraan setelah pemungutan suara. Perbedaan pilihan, menurutnya, merupakan bagian dari demokrasi yang tidak seharusnya merusak hubungan sosial maupun keharmonisan antarwarga.
Pesan tersebut juga menekankan pentingnya menghindari euforia berlebihan dan konsumsi minuman keras yang dapat memicu perselisihan atau tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Pilihan boleh berbeda, tetapi persaudaraan harus tetap dijaga. Siapa pun yang nantinya memperoleh kepercayaan masyarakat hendaknya menghormati pihak lain. Persatuan dan kedamaian merupakan modal penting bagi pembangunan desa,” ungkap Kabidhumas menyampaikan pesan Kapolda NTT.
Sebagai langkah antisipasi pasca-Pilkades, Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, S.I.K., S.H., M.Si., telah memerintahkan jajarannya meningkatkan patroli dialogis dan humanis, khususnya di wilayah yang berpotensi mengalami gangguan kamtibmas. Personel juga diminta terus menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat, para calon, dan pendukungnya untuk menjaga situasi tetap terkendali.
Kapolda NTT mengapresiasi langkah tersebut dan mendorong jajaran kepolisian agar terus mengedepankan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat dengan pendekatan profesional serta humanis.
Keberhasilan pengamanan Pilkades serentak di Manggarai diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kedewasaan berdemokrasi dan semangat persaudaraan di tengah masyarakat.
Dengan menjaga komunikasi, menghormati perbedaan, serta mengedepankan musyawarah dan mufakat, masyarakat diharapkan dapat menerima hasil proses demokrasi secara bijaksana dan bersama-sama mendukung pembangunan desa.
Manggarai aman, damai, dan kondusif adalah tanggung jawab bersama. Pilihan boleh berbeda, persaudaraan tetap terjaga.

Humas Polres Belu

